Membangun Jiwa Kepemimpinan dan Kreativitas Guru

Membangun masyarakat berbudaya tidak bisa terlepas dari pendidikan yang diterima oleh masyarakat tersebut. Besarnya peran pendidikan tak bisa terlihat dalam waktu singkat. Banyak faktor yang harus dipersiapkan untuk mendukung kondisi pendidikan menjadi lebih baik.

Partisipasi masyarakat, pembangunan sekolah, pengadaan perlengkapan pendukung yang memadai, biaya yang terjangkau, suasana sekolah yang menyenangkan, guru yang berkualitas dan kreatif adalah beberapa di antara faktor pendukung terbentuknya pendidikan yang berkualitas. Guru sebagai mitra siswa dalam belajar di sekolah formal adalah salah satu faktor penentu pendidikan berkualitas.

Semua sepakat bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan guru yang berkualitas dan kreatif pula. Gedung sekolah yang bagus tidak akan berarti jika guru yang terlibat di dalamnya tidak memiliki kualitas dan kreativitas dalam menyampaikan dan memproduksi pengetahuan (knowledge), nilai baik (good values), dan solidaritas sosial (social solidarity).

Besarnya peran guru dalam dunia pendidikan menarik perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab terhadap pendidikan, lembaga swasta dan lembaga non-pemerintah juga perlu ikut terlibat dalam usaha meningkatkan kualitas guru. Melihat pentingnya peranan guru dalam memberikan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas bagi anak didik, Nurani Dunia bersama berberapa lembaga telah melakukan pelatihan kepada para guru dengan berbagai topik pembahasan.

Pada tanggal 10-12 Juli 2006, Nurani Dunia bersama Dale Carnegie Training dan PT. Astra Honda Motor melakukan pelatihan untuk guru di Gedung Astra Honda Motor Training Center, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 24 orang guru yang berasal dari 20 sekolah dari daerah yang berbeda yaitu Aceh Besar, Tangerang, Jakarta, Bogor, Purwakarta, Banjarnegara, Banyumas, dan Pasuruan. Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah tentang kepemimpinan dan kreativitas guru.

Berhubung permasalahan guru dalam mengajar sangat kompleks, Tim Dale Carnegie Training menamakan pelatihan ini dengan Achieving Peak Performance in Diversity. “Pelatihan yang diberikan sangat berbeda dengan pelatihan yang selama ini kami terima,” kata Moh. Durori, peserta pelatihan dari SDN 02 Kecila, Banyumas yang juga sering memberi pelatihan,. Selama dia menjadi pelatih dalam berbagai pelatihan, Moh. Durori merasa bahwa perbedaan yang diberikan dalam pelatihan ini terletak pada motivasi yang diberikan oleh para pelatih. “Dalam pelatihan ini, peserta harus memotivasi dan memulai dari diri sendiri.

Sementara dalam pelatihan yang biasa dilakukan, motivasi lebih banyak dilakukan oleh pelatih,” demikian diakui oleh Moh. Durori. Sistim pelatihan yang lebih banyak praktik membuat suasana kelas hidup dan seakan waktu begitu cepat berlalu. “Kok harus break lagi?” tanya Margono, guru SDN 02 Kampung Melayu, Jakarta Timur. Peran serta dua lembaga, Dale Carnegie Training dan PT. Astra Honda Motor dalam pelatihan ini sangat besar. Tim dari Dale Carnegie Training memberikan materi pelatihan, sedangkan PT. Astra Honda Motor menyediakan fasilitas tempat pelatihan dan penginapan secara gratis. Kedua lembaga ini menyatakan bahwa sumbangsih yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sosial lembaga (corporate sosial responsibility) untuk berbagi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Khusus untuk Dale Carnegie Training, di samping sebagai bentuk kepedulian sosial, pelatihan ini juga merupakan rangkaian acara memperingati 30 tahun Dale Carnegie Training di Indonesia.

Dengan besarnya manfaat yang didapat, para peserta berharap pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan. bukan hanya oleh tiga lembaga non-pemerintah ini, tapi juga oleh pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kondisi pendidikan di Indonesia. Pemerintah sebenarnya adalah tumpuan harapan para guru, di samping dukungan dari lembaga-lembaga swasta dan lembaga non-pemerintah lainnya.