Pameran Lukisan Life Is Colorful

Kanadianti Arts bekerjasama dengan Nurani Dunia melaksanakan Pameran Lukisan bertemakan “LIFE IS COLOURFUL”, berlangsung sejak tanggal 22-28 Oktober 2008, lalu, di Senayan City G 10 Ground Floor, Jalan Asia Afrika Lot 19 Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan 30 pelukis dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan usia.

Hasil dari penyelenggaraan pameran lukisan ini akan disumbangkan untuk kemajuan seni lukis sekolah-sekolah yang “terpinggirkan” (kurang mampu) di sekitar Jakarta yang akan disalurkan melalui Yayasan Nurani Dunia. A.R Ramly, Pelindung Yayasan Kanadianti Arts, dalam sambutannya pada pembukaan acara menyampaikan penghargaan dan penyambutan yang gembira Pameran Lukisan “LIFE IS COLOURFUL” dari kelompok Kanadianti Arts yang mempunyai tujuan mulia yaitu ingin memajukan dan mengembangkan seni lukis di kalangan sekolah-sekolah yang “terpinggirkan” atau kurang mampu di sekitar Jakarta dan kurang mendapat perhatian dari Pemerintah.

“Adalah kita sebagai warga negara yang baik mendukung dan membantu mereka untuk mewujudkan keinginan ini. Walaupun dengan bantuan ini kita belum dapat berharap terlalu banyak karena kalau dijumlahkan akan ada banyak sekali sekolah-sekolah yang “terpinggirkan” di seluruh Indonesia, tapi setidak-tidaknya akan ada beberapa sekolah “terpinggirkan” yang mendapat perhatian dari kalangan atau kelompok seni lukis, seperti misalnya dari kelompok Kanadianti Arts melalui Yayasan Nurani Dunia. Mudah-mudahan ini akan membantu siswa-siswa sekolah tersebut mengembangkan bakat-bakat melukis yang terpendam dan siapa tahu dikemudian hari akan muncul pelukis-pelukis handal di kalangan dunia yang berawal dari sini” ucap Pelindung Yayasan Kanadianti Arts tersebut.

Sofyan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, juga menyambut gembira terlaksananya pameran lukisan ini. Menurutnya, pemilihan tema “LIFE IS COLOURFUL” sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini, yaitu perlunya rasa kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia dengan “hati nurani” yang bersih dan peka terhadap kondisi sesama manusia. “Semoga pameran lukisan ini berhasil dan mencapai apa yang diinginkan oleh para penyelenggara dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua” ucap Sofyan Wanandi pada sambutan pembukaan acara pameran tersebut. Solida A. Ramly, Ketua Penyelenggara Pameran Lukisan Kanadianti Arts, mengatakan bahwa dalam era globalisasi sekarang ini membuat dunia seolah-olah kecil, tetapi tantangan yang dihadapi justru sangat kompleks.

Di tengah-tengah keterbatasan kita sebagai manusia, timbul hasrat dari kelompok Kanadianti Arts untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat. “Kami dari kelompok Kanadianti Arts sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar acara ini dapat berlangsung dengan baik. Adalah keinginan kami juga untuk mempersembahkan karya lukis yang beragam, unik, indah, dengan berbagai aliran seni lukis dan penuh warna-warni, sesuai dengan tema pameran yaitu : “LIFE IS COLOURFUL”” ucap Solida. Imam B. Prasodjo, Direktur Yayasan Nurani Dunia, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Gitayana Prasodjo, mengatakan bahwa berbagai peristiwa terjadi dalam kehidupan dan seringkali menjelma menjadi peristiwa historis (cultural historical events) yang mengesankan.

Setiap orang memiliki akses untuk merekam peristiwa itu dalam perspektifnya sendiri. Namun hasil rekaman yang beragam dan unik itu tak seluruhnya dapat diekspresikan setiap orang. Beruntunglah para penyair yang dengan untaian kata-kata mampu berbagi dengan publik tentang apa yang dirasakannya. Beruntunglah para pematung yang mampu merangkai bentuk menggaris-bawahi pentingnya sebuah kejadian. Dan berbahagialah para pelukis yang mampu menggoreskan warna dalam kanvas untuk mengungkapkan kemelut dalam fikiran dan gejolak dalam hati. “Hari ini saya berbahagia dapat ikut bergabung menghantar para pelukis untuk berbagi kenangan, berbagi keindahan, mengungkapkan sanubari dalam goresan warna-warna kehidupan.

Semua terpapar penuh makna, menembus dimensi ruang dan waktu dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Kita pun berharap, goresan warna yang tertata ini dapat menjadi bagian dari saksi perjalanan sejarah dan peradaban, bukan sekedar rekaman keseharian biasa, tanpa makna, tanpa ruh” ujar Direktur Nurani Dunia dalam sambutan tertulisnya tersebut. Lebih lanjut Imam Prasodjo dalam sambutan tertulisnya berkata : “Saya pun menyambut baik, manakala lukisan demi lukisan yang terpajang, dihargai dan dibeli. Mengapa ? saya mengetahui ada sebuah niatan luhur yang ada dalam dada para pelukis yang bergabung dalam pameran ini. Mereka telah memaknai pameran ini tak sekedar ajang ekspresi pribadi, atau apalagi komersialisasi seni, namun diniatkan untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membantu sesama yang kurang beruntung.

Di tengah kehidupan yang sulit ini, beragam cara orang berlomba membangun kebaikan. Para pelukis dalam pameran ini adalah salah satu contoh bagaimana sebuah niatan untuk berbagi diwujudkan. Semoga pecinta keindahan bersedia memaknai peristiwa ini sebagai ajang menebar kebaikan yang sekaligus ikut mendorong tumbuhnya peradaban. Semoga pameran lukisan ini menghasilkan akumulasi modal finansial, modal sosial, dan modal budaya untuk ikut berbagi membangun Indonesia. Semoga !