Penandatanganan MOU Program Pemberdayaan Unilever-Nurani Dunia untuk Aceh

Bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004 lalu, telah menggerakkan hati seluruh dunia. Berbagai bentuk kepedulian muncul dari segala penjuru, mulai tahap darurat sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Yayasan Nurani Dunia bersama beberapa lembaga dan perusahaan swasta membangun sebuah kompleks pusat pelatihan di Desa Meunasah Manyang, Aceh Besar. Kompleks pusat pelatihan ini menurut rencana terdiri dari gedung pusat pelatihan, asrama yatim piatu korban gempa bumi dan tsunami tingkat SMA/sederajat, kompleks pemberdayaan ekonomi, kantor lembaga swadaya masyarakat seperti ORARI dan RAPI serta kompleks Radio Aceh News FM.

Pembangunan kompleks ini ditujukan dalam rangka mempersiapkan korban gempa bumi dan tsunami khususnya, dan masyarakat Aceh pada umumnya, untuk menjadi pelaku pembangunan di NAD. Berbagai pihak telah berkomitmen membantu pembangunan kompleks tersebut. Salah satu di antaranya adalah PT. Unilever. Penandatanganan kerjasama telah dilakukan pada hari Senin, 5 Juni 2006 diwakili oleh D.G. Dempsey (Direktur Unilever), Muhammad Saleh (Direktur Unilever), dan Imam B. Prasodjo (Direktur Nurani Dunia), serta disaksikan oleh sejumlah staf PT. Unilever dan Nurani Dunia. Secara spesifik, program kerjasama antara PT. Unilever dan Nurani Dunia ini bertujuan untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dengan membangun asrama putri di Kompleks Pusat Pelatihan Meunasah Manyang dan mengembangkan pemberdayaan ekonomi dengan membangun koperasi.

Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitatif sumber daya manusia serta meningkatkan kemampuan ekonomi korban bencana gempa bumi dan tsunami khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya. Muhammad Saleh, Direktur PT. Unilever, mengatakan bahwa PT Unilever sangat berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Dalam konteks Aceh, bantuan pembangunan gedung di kompleks pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan kuantitatif SDM di Aceh. “Semoga pembangunan pusat pelatihan ini dapat berjalan sukses,” kata pak Saleh. Secara khusus, Direktur PT. Unilever ini juga mengucapkan terima kasih kepada Nurani Dunia, yang telah mengedepankan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi, di tengah kondisi negara yang sedang terpuruk dalam berbagai permasalahan akibat kurangnya transparansi dan akuntabilitas. Dr. Imam B. Prasodjo, Direktur Nurani Dunia, mengatakan bahwa kerjasama Nurani Dunia dengan PT. Unilever di Aceh telah berlangsung sejak 2004.

Di bawah wadah “Indonesia Peduli,” Nurani Dunia, PT. Unilever, sejumlah perusahaan swasta lain, berbagai LSM, individu dan masyarakat, bersatu padu memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di berbagai daerah, seperti Nabire, Aceh, termasuk gempa bumi yang baru saja terjadi di Yogyakarta. Menurut Imam B. Prasodjo, pembangunan kompleks pelatihan ini diharapkan selain memberikan dampak bagi peningkatan SDM, juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Aceh. Akhirnya, kita semua berharap agar pembangunan Kompleks Pusat Pelatihan Meunasah Manyang ini dapat berjalan lancar dan dapat betul-betul digunakan sebagai pusat pelatihan, pusat transfer pengetahuan dan ketrampilan praktis, yang merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan masa depan masyarakat Aceh. Oleh karena itu, keterlibatan banyak pihak tetap sangat diharapkan.