Sejuta Bola, Sejuta Impian

Pada pagi Minggu, 10 Maret 2013, lapangan sepak bola Cigarut di kaki Gunung Bongkok, Purwakarta, sudah dipenuhi anak-anak berseragam klub sepak bola. Ada yang bewarna merah, kuning, biru dan abu-abu. Ada apa gerangan?

Rupanya di pagi itu akan ada pertandingan persahabatan antar klub sepak bola Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Ada lima klub yang akan bertanding, yaitu klub dari Kampung Cigadog, Kampung Cidongkol, Kampung Cigarut, Kampung Bungursarang dan siswa SMPN Tegalwaru 3. Pesertanya mulai dari siwa SD Kelas 3 sampai siswa SMP.

Uniknya setiap pertandingan ini hanya berlangsung dua kali sepuluh menit. Pertandingan berlangsung dari sekitar jam 11.00 hingga kurang lebih jam 14.00 bertepatan dengan turunnya hujan. Pertandingan persahabatan ini diadakan dalam rangka program “Gerakan Sejuta Bola untuk Anak Indonesia” yang merupakan program CSR dari PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk. dan beberapa perusahaan lain bekerjasama dengan Kick Andy Foundation. Pada hari ini PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk., manufaktur ban mobil Achilles dan ban sepeda motor Corsa membagikan seratus bola pertama dari sejuta bola kepada sepuluh klub sepak bola anak dan remaja di Desa Cisarua. Sebagai acara perdana, hanya lima klub yang bertanding walaupun demikian sepuluh klub sepak bola yang ada Desa Cisarua menerima bola. Masing-masing klub mendapat sepuluh buah bola.

Pertandingan berlangsung seru dan ditonton oleh warga Desa Cisarua. Setiap klub bermain serius dengan teknik permainan yang cukup baik. Pertandingan dimenangkan oleh Klub Cigarut, disusul oleh Klub Cigadog dan SMPN Tegalwaru 3. Penyelenggaraan pertandingan ini didukung oleh Yayasan Nurani Dunia yang telah memperbaiki lima lapangan sepak bola di Purwakarta dan juga didukung oleh para guru SDN Cisarua 2 dan SMPN 3 Tegalwaru.

Launching “Gerakan Sejuta Bola untuk Anak Indonesia” diadakan di acara Kick Andy, Metro TV pada tanggal 13 Maret 2013. Dalam acara ini tiga orang relawan Yayasan Nurani Dunia, yaitu Ueng Suhaeli, Suharsono dan Empit Nopana diwawancara oleh Andy F. Noya tentang pengalaman mereka membangun lapangan sepak bola secara gotong royong di wilayah Purwakarta.