Suara Keprihatinan Bencana Lumpur Sidoardjo

Upaya menggali kekayaan minyak bumi di Sidoardjo, Jawa Timur, ternyata telah membawa malapetaka bagi ribuan rakyat. Ratusan hektar sawah, rumah, dan sekolah tenggelam dalam lumpur panas. Jalan antar kota sebagai urat nadi perekonomian telah lumpuh. Hingga kini bagi ribuan rakyat yang kehilangan rumah, kampung halaman, dan mata pencarian belum juga ada kepastian dari mana akan diperoleh penebus kehancuran kehidupan mereka. Siapa akan mengganti rumah, tempat kontrakan, pekarangan, dan sawah yang tenggelam dalam lumpur panas? Kapan perusahaan penyebab kehancuran akan menyapa ribuan rakyat yang menderita berkepanjangan? Kami mengetuk hatinurani penanggung jawab malapetaka ini untuk tampil ke depan, bergegas dan memulai penyelamatan yang cepat, terencana dan pasti. Kami juga menghimbau Pemerintah agar lebih sigap melindungi nasib rakyat yang terkorbankan, dan tegas dalam meminta pertanggung-jawaban pihak penyebab malapetaka.

Tanpa kesigapan dan ketegasan, derita rakyat yang terkorbankan akan terus bersinambung tanpa akhir. Berikan kepastian hukum bagi mereka. Pastikan kapan tanah untuk relokasi pemukiman diwujudkan, kapan santunan peringan derita dibagikan, kapan pemulihan kehidupan para korban dapat diharapkan. Kami mendesak agar tanggung-jawab moral dan hukum pemerintah dan pihak penyebab bencana diwujudkan dalam bentuk penanganan terpadu untuk menghentikan segera semburan lumpur panas, dan dampak moril dan materiilnya.

Kami menggugah dan mendukung pihak penyebab bencana dan pemerintah untuk sepenuh hati mengedepankan langkah penyelamatan bagi rakyat dan lingkungan yang kini terkorbankan. Akhirnya, kelambanan dan ketumpulan penanganan bencana selama ini seyogyanya menggugah pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistim penanggulangan bencana kita.

Berbagai perbaikan dapat segera dilakukan, empati dapat diperteguh, dan pengetukan nurani bangsa dapat diperluas, karena prahara tidak tiba sekali, dan tidak memilih korbannya. Himbauan ini diserukan untuk tujuan kemanusiaan. Jakarta, 24 Agustus 2006 PEDULI NASIONAL UNTUK SIDOARDJO Beberapa tokoh yang telah menyatakan dukungan atas “Surat Keprihatinan Bencana Lumpur Sidoardjo” antara lain :

(1) Prof. Dr. Syafii Maarif, (2) Taufiq Ismail, (3) Dr. Nono Anwar Makarim, SH LLM, (4) Prof. Dr. Azyumardi Azra, (5) Prof. Dr. Mudji Sutrisno, (6) Prof. Dr. Komarudin Hidayat , (7) Dr. T. Mulya Lubis, SH LLM, (8) Dr. Imam B. Prasodjo, (9) Prof. Ir. Eko Budiardjo, MSc, (10) Bambang Widjojanto, SH LLM, (11) M. Sobari, MA, (12) Teten Masduki, (13) Dwiki Darmawan, (14) Dr. A. Muhammad Asrun, SH, (15) Romo Benny Susetyo, PR, (16) Dr. Andreas Yewangu, (17) Romo Sandyawan Sumadi, (18) Prof. Dr. Sutandyo, (19) Dr. Djohan Effendi, MA APU, (20) Pdt. Weinata Sairin, (21) Dr. Muslim Abdurrahman, MA, (22) Xs Djaeng Rana Ongawijaya, (23) Dr. Dewi Fortuna Anwar, APU, (24) Dr. Kusnanto Anggoro, (25) Indra J. Piliang, MA, (26) Saldi Isra, MPA, (27) Dr. Teguh Samudra, SH, (28) Abdul Fikar Hadjar, SH MH, (29) Prof. Dr. Paulus Wirotomo, (30) Dr. Ikrar Nusa Bhakti, (31) Drs. Andrinof A. Chaniago, M. Si. (32) Usman Hamid, (33) Bivitri Susanti, (34) Ratna Sarumpaet, (35) Dr. Edy Prasetyono, (36) Dr. Francisia SSE Seda, (37) Apong Herlina, SH, (38) Irmanputra Sidin MH. (39) Gilang Ramadhan, (40) Kemal Azis Stamboel, (41) Arief T. Surowidjojo, SH. LLM, (42) Marisa Hamid, (43) Dr. Bambang Shergi, (44) Shahnaz Haque, (45) Ratna Riantiarno, (46) Nungki Kusumastuti, (47) Dr. Ade Armando, (48) Anung Karyadi, (49) Olga Lydia, (50) Chalid Muhammad